Senin, 25 September 2017

PERTEMUAN 3

USE CASE DIAGRAM



Usecase diagram adalah diagram yang digunakan untuk mengilustrasikan hub antara user dan sistem. Usecase diagram juga digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase harus didefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami.

Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah:
  1. Aktor: Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang.
  2. Usecase: Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor.
  3. Relasi: Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. 
Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain:
  • Assosiation: Merupakan relasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram).
  • Generalization: Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase.
  • Dependency: Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat.
Gambar 1: Contoh dari Use Case Diagram

Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase haru sdidefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami. Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah : Aktor. Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang. Usecase. Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor. Relasi. Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain : Assosiation. Merupakan rlasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram). Generalization. Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase. Dependency. Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase haru sdidefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami. Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah : Aktor. Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang. Usecase. Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor. Relasi. Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain : Assosiation. Merupakan rlasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram). Generalization. Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase. Dependency. Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat.

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Selasa, 12 September 2017

PERTEMUAN 2


RUP

RUP (Rational Unified Process) adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.
RUP menggunakan konsep object oriented, dengan aktifitas yang berfokus pada pengembangan model dengan menggunakan Unified Model Language (UML). 
 

Gambaran dari RUP

Dimensi pertama di gambarkan secara horizontal. Dimensi ini mewakili aspek-aspek dinamis dari pengembangan perangkat lunak. Aspek ini dijabarkan dalam tahapan pengembangan atau fase. Setiap fase akan memiliki suatu major milestone yang menandakan akhir dari awal dari phase selanjutnya. Setiap phase dapat berdiri dari satu beberapa iterasi. Dimensi ini terdiri atas Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. 

Dimensi kedua digambarkan secara vertikal. Dimensi ini mewakili aspek-aspek statis dari proses pengembangan perangkat lunak yang dikelompokkan ke dalam beberapa disiplin. Proses pengembangan perangkat lunak yang dijelaskan ke dalam beberapa disiplin terdiri dari empat elemen penting, yakni who is doing, what, how dan when. 
Dimensi ini terdiri atas: 
Business Modeling, Requirement, Analysis and Design, Implementation, Test, 
Deployment, Configuration dan Change Manegement, Project Management, Environtment.


Pada penggunaan kedua standard tersebut di atas yang berorientasi obyek (Object Oriented) memiliki manfaat yakni:

1. Improve productivity
Standard ini dapat memanfaatkan kembali komponen-komponen yang telah tersedia/ dibuat sehingga dapat meningkatkan produktifitas.

2. Deliver hight quality system
Kualitas sistem informasi dapat ditingkatkan sebagai sistem yang telah dibuat pada komponen-komponen yang telah teruji (well-tested dan well-proven) sehingga dapat mempercepat delivery sistem informasi yang telah dibuat dengan kualitas yang tinggi.

3. Lower maintenance cost
Standard ini dapat membantu untuk meyakinkan dampak perubahan yang teralokasi dan masalah dapat dengan mudah terdeteksi sehingga hasilnya biaya pemeliharaan dapat dioptimalkan atau lebih rendah dengan pengembangan informasi tanpa standar yang jelas.

4. Facilitate reuse
Standard ini memiliki kamampuan yang mengembangkan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali untuk pengembangan aplikasi yang lainnya.

5. Manage complexity
Standard ini mudah untuk mengatur dan monitor semua proses dari semua tahapan yang ada sehingga suatu pengembangan sistem informasi yang amat kompleks dapat dilakukan dengan aman sesuai dengan harapan semua manager proyek IT/IS yakni deliver good quality software within cost and schedule time and the users accepted.

Fase RUP
1. Inception/ insepsi:
a. Menentukan Ruang lingkup proyek
b. Membuat 'Business Case'
c. Menjawab pertanyaan 'apakah yang dikerjakan dapat menciptakan 'good business sense' sehingga proyek dapat dilanjutkan

2.Elaboration/ elaborasi:
a. Menganalisa berbagai persyaratan dan resiko
b. Menetapkan 'Base line' 
c. Merencanakan fase berikutnya yaitu construction

3. Construction/ kontruksi:
a. Melakukan sederetan iterasi 
b. Pada setiap iterasi akan melibatkan prose berikut: analisa desain, implementasi dan testing

4. Transition/ Transisi:
a. Membuat apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk jadi 
b. Dalam fase ini dilakukan:
  • Beta dan performance testing
  • Membuat dokumentasi tambahan seperti: training, user guide dan sales kit
  • Membuat rencana peluncuran produk ke komunitas pengguna
   
Peran Use Case Pada Setiap Fase
  1. Inception 
  • Menolong mengembangkan scope proyek 
  • Menolong menetapkan penjadwalan dan anggaran
     2. Elaboration 
  • Menolong dalam melakukan analisa resiko
  • Menolong mempersiapkan fase berikutnya yaitu konstruksi
     3. Construction 
  •  Melakukan sederetan iritasi 
  • Pada setiap iterasi akan melibatkan proses berikut: analisa desain, implementasi dan testing
     4. Transition 
  • Membuat apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk jadi 
  • Dalam fase ini dilakukan:
  1. Beta dan performance testing
  2. Membuat dokumentasi tambahan seperti: training, user guide dan sales kit
  3. Membuat rencana peluncuran produk ke komunitas pengguna

Penerapan Tahapan Metodologi Pengembangan Lunak dengan Menggunakan RUP (Contoh Kasus)
Metodologi Rational Unified Process (RUP).Metode RUP merupakan metode pengembangan kegiatan yang berorientasi  pada proses. Dalam metode ini, terdapat empat tahap pengembangan perangkat lunak yaitu:
1. Inception
Pada tahap ini pengembang mendefinisikan batasan kegiatan, melakukan analisis kebutuhan user, dan melakukan perancangan awal perangkat lunak (perancangan arsitektural dan user case). Pada akhir fase ini, prototipe perangakat lunak versi Alpha harus sudah dirilis. 

2. Elaboration
Pada tahap ini dilakukan perancangan perangkat lunak mulai dari menspesifikan fitur perangkat lunak hingga perilisan prototipe versi Betha dari perangkat lunak. 

3.Contruction
Pengimplentasian rancangan perangkat lunak yang telah dibuat dilakukan pada tahap ini. Pada akhir tahap ini, perangkat lunak versi akhir yang sudah disetujui administrator dirilis beserta dokumentasi perangkat lunak. 

4.Transition
Instalasi, deployment dan sosialisasi perangkat lunak dilakukan pada tahap ini.