Sabtu, 09 Desember 2017

PERTEMUAN 9

WINDOW NAVIGATION DIAGRAM

Window Navigation Diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan perpindahan atau transisi dari sebuah window ke window yang lainnya, berserta interface dasarnya dan tombol apa atau event apa yang menyebabkan perpindahan dari satu window ke window yang lain.

Menurut  Mathiassen  (2000,  p344),  a  navigation  diagram  is  a special kind of statechart diagram that focuses on the overall dynamic of the user interfaces. Navigation diagram adalah sejenis statechart diagram yang fokus pada keseluruhan user interface yang dinamis, diagram ini menunjukan windows yang ada dan transisi yang antara windows- windows tersebut. yang dimaksud dengan navigation diagram adalah : “A navigation diagram is a low-level architecture diagram work product that documents how to navigate around the presentation components of an application”.
 
Navigation diagram adalah sebuah produk kerja low-level architecture diagram yang mendokumentasikan bagaimana navigasi dari komponen yang ada pada sebuah aplikasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa navigation diagram adalah suatu diagram yang menunjukan bagaimana interaksi dari keseluruhan interface yang ada pada sebuah aplikasi.
 
Contoh Window Navigation Diagram
 

PERTEMUAN 8


USER EXPERIENCE

User Experience atau lebih dikenal dengan sebutan UX adalah proses meningkatkan kepuasan pengguna (pengguna aplikasi, pengunjung website) dalam meningkatkan kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna dan produk. Bahasa gampangnya, UX Design itu proses membuat sebuah website atau aplikasi yang kamu buat menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan oleh pengguna.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembuatan User Experience, yaitu sebagai berikut:
  1. Learnability: Learnability dapat dilihat dari seberapa mudah sebuah produk atau system dapat dipelajari pada saat awal digunakan oleh user itu sendiri.
  2. Efficiency:  Efficiency dapat dilihat dari seberapa cepat teknologi tersebut saat menyelesaikan tugasnya atau seberapa cepat user dapat menyelesaikan masing-masing user goal. Contohnya website tokopedia.com dimana menjadi wadah bagi para penjual untuk menjual dagangannya dengan mudah dan praktis tetapi apakah sama halnya dengan pembeli? Pembeli akan merasa tokopedia.com efisien ketika barang yang dicarinya tersedia sesuai keinginan dan harga yang sesuai, tetapi jika barang yang dicari tidak tersedia maka tokopedia tidak efisien. Oleh sebab itu tokopedia.com harus bisa menarik berbagai macam penjual untuk bisa selalu menjadi efisien.
  3. Memorability: adalah kemampuan usability untuk menjadi top of mind pengguna. Pada saat user menggunakan kembali produk atau system tersebut user dapat dengan mudah mengingat cara penggunaan dari produk tersebut atau cara penggunaan dari system tersebut.
  4. Errors handling: Seberapa banyak kesalahan yang pengguna buat dalam menggunakan teknologi tersebut, erorr yang pengguna buat ,dan seberapa berat kesalahan tersebut serta bagaimana website membantu user dalam erorr yang dihadapinya. Contoh ketika menggunakan email terkadang user sering salah dalam memasukan password atau email. Disini dilihat apakah teknologi tersebut bisa membantu pengguna dalam menyelesaikan masalahnya dengan cepat atau apakah pengguna tahu bagaimana menyelesaikan masalah tersebut atau tidak.
  5. User Satisfaction:  adalah kenyamanan user dalam menggunakan desain tersebut serta dapat membuat user tersebut merekomendasikan kepada user lainnya. Contoh membuat website online shop untuk para remaja, tentu saja desain yang digunakan harus bersifat up to date dengan warna – warna cerah dan menjual baju-baju yang sesuai dengan segmentasinya. Sehingga user merasa puas dan senang ketika mengunjungi website tersebut  dan dapat memberikan pengalaman menarik ketika berbelanja serta merekomendasikannya kepada user lainnya. Ketika akan memplaning usability dalam user experience, kita perlu untuk memahami user dan apa yang mereka coba untuk selesaikan. (William Albert, 2013) usability sendiri dibutuhkan oleh sebuah produk untuk membantu user dalam mengakses atau menjalankan sebuah produk dengan nyaman dan mudah digunakan.

Minggu, 19 November 2017

PERTEMUAN 6

SEQUANCE DIAGRAM

Sequence Diagram adalah salah satu dari diagram - diagram yang ada pada UML, sequence diagram adalah diagram yang menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah object. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object, juga interaksi antara object. Sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem.
Dalam UML, object pada sequence diagram digambarkan dengan segi empat yang berisi nama dari object yang digarisbawahi. 


Sequance Diagram juga memiliki komponen-komponen yang mendukung, berikut adalah contoh dari komponen-komponen yang ada dalam diagram ini:
  • Object: komponen berbentuk kotak yang mewakili sebuah class atau object. Mereka mendemonstrasikan bagaimana sebuah object berperilaku pada sebuah system.
  • Activation boxes: komponen yang berbentuk persegi panjang yang menggambarkan waktu yang diperlukan sebuah object untuk menyelesaikan tugas. Lebih lama waktu yang diperlukan, maka activation boxes akan lebih panjang.
  • Actors: komponen yang berbentuk stick figure. Komponen yang mewakili seorang pengguna yang berinteraksi dengan system.
  • Lifeline: komponen yang berbentuk garis putus - putus. Lifeline biasanya memuat kotak yang berisi nama dari sebuah object. Berfungsi menggambarkan aktifitas dari object.
Gambar 1: Sequance Diagram


Kamis, 26 Oktober 2017

PERTEMUAN 5

CLASS DIAGRAM

Class diagram adalah diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. kelas memiliki 3 bagian utama yaitu attribute, operation, dan name. kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem. Sususan struktur kelas ynag baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut : Kelas Main. Yaitu kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan. Kelas Interface. Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai. Biasanya juga disebut kelas boundaries. Kelas yang diambil dari pendefinisian usecase. Merupakan kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada dan diambil dari pendefinisian usecase. Kelas Entitas. Merupakan kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. Relasi yang digunakan dalam penggambaran kelas diagram dapat dilihat dalam tabel berikut :

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Class diagram adalah diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. kelas memiliki 3 bagian utama yaitu attribute, operation, dan name. kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem.

Sususan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:
  1. Kelas Main: yaitu kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.
  2. Kelas Interface: kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai. Biasanya juga disebut kelas boundaries.
  3. Kelas yang diambil dari pendefinisian usecase: merupakan kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada dan diambil dari pendefinisian usecase. 
  4. Kelas Entitas: merupakan kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. 
Relasi yang digunakan dalam penggambaran kelas diagram dapat dilihat dalam tabel berikut:

Dalam suatu diagram kelas atribut dan method dapat memiliki salah satu sifat berikut:
  1. Private: tidak dapat dipanggil dari luar kelas yang bersangkutan
  2. Protected: Hanya dapat dipanggil oleh kelas yang bersangkutan dan anak-anak kelas yang mewarisinya.
  3. Public: Dapat dipanggil oleh siapa saja.

Multiplicity adalah jumlah banyaknya objek sebuah kelas yang berelasi dengan sebuah objek lain dari kelas lain yang berasosiasi dengan kelas tersebut. Macam-macam multiplicity disajikan dalam tabel berikut:

Gambar di bawah ini adalah contoh dari Class Diagram:

Berikut adalah contoh dari diagram kelas :

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_chea

PERTEMUAN 4

COMMUNICATION DIAGRAM

Communication Diagram adalah diagram yang memodelkan interaksi antara objek atau bagian dalam hal pesan berurutan. Diagram komunikasi mewakili kombinasi informasi yang diambil dari Class Diagram, Sequence, dan Use Case yang menggambarkan struktur statis dan perilaku dinamis suatu sistem.

Namun, Communication Diagram menggunakan bentuk bebas dari objek dan link seperti yang digunakan dalam diagram Objek. Untuk menjaga pemesanan pesan dalam diagram formulir bebas semacam itu, pesan diberi label dengan nomor kronologis dan ditempatkan di dekat tautan pesan dikirim. Membaca diagram ini melibatkan mulai dari pesan 1.0, dan mengikuti pesan dari objek ke objek.

Diagram komunikasi menunjukkan banyak informasi yang sama seperti sequence diagram, namun karena bagaimana informasi disajikan, beberapa di antaranya lebih mudah ditemukan dalam satu diagram daripada diagram lainnya. Letak perbedaan anatar Communication Diagram dengan Sequence Diagaram adalah, diagram komunikasi menunjukkan elemen mana yang berinteraksi satu sama lain dengan lebih baik, namun Sequence diagram menunjukkan urutan interaksi berlangsung dengan lebih jelas.

Communication Diagram

Senin, 25 September 2017

PERTEMUAN 3

USE CASE DIAGRAM



Usecase diagram adalah diagram yang digunakan untuk mengilustrasikan hub antara user dan sistem. Usecase diagram juga digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase harus didefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami.

Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah:
  1. Aktor: Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang.
  2. Usecase: Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor.
  3. Relasi: Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. 
Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain:
  • Assosiation: Merupakan relasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram).
  • Generalization: Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase.
  • Dependency: Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat.
Gambar 1: Contoh dari Use Case Diagram

Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase haru sdidefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami. Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah : Aktor. Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang. Usecase. Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor. Relasi. Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain : Assosiation. Merupakan rlasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram). Generalization. Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase. Dependency. Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
Usecase diagram adalah diagram usecase yang digunakan untuk menggambarkan secara ringkas siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang bisa dilakukannya. Diagram usecase tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem. Melalui diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem (Rosa-Salahudin, 2011: 130). Nama suatu usecase haru sdidefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami. Komponen-komponen yang ada pada usecase adalah : Aktor. Merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang akan dibuat. Jadi walaupun simbol aktor dalam diagram usecase berbentuk orang, namun aktor belum tentu orang. Usecase. Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang slaing berinteraksi atau bertukar pesan antar unit maupun aktor. Relasi. Merupakan hubungan yang terjadi pada sistem baik antar aktor maupun antar usecase maupun anatara usecase dan aktor. Relasi yang digunakan dalam diagram usecase antara lain : Assosiation. Merupakan rlasi yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara usecase dan aktor. Asosiasi juga menggambarkan berapa banyak objek lain yang bisa berinteraksi dengan suatu objek atau disebut multiplicity (Multiplicity dapat dilihat pada postingan Class Diagram). Generalization. Merupakan relasi yang menggambarkan inheritance baik aktor maupun usecase. Dependency. Merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antara usecase yang satu dengan usecase yang lain. Ada dua macam dependency yaitu include dan extends. Include menggambarkan bahwa jalannya suatu usecase memicu jalannya usecase lain. Misalnya usecase login diinclude oleh usecase memilih menu, artinya usecase memilih menu akan memicu dijalankannya usecase login. Sebelum aktor menjalankan usecase memilih menu, aktor harus menjalankan usecase login dulu. Dalam penggambaran diagram usecase, parah mengarah kepada usecase yang diinclude. Sedangkan extends menggambarkan bahwa suatu usecase dijalankan karena ada persyaratan tertentu dari usecase lain. Misal, dalam sebuah sistem user tidak bisa menjalankan login sebelum dia mendaftar akun. Dalam diagram usecase, usecase daftar akun mengextends usecase login. Artinya aktor harus menjalankan usecase daftar akun dulu sebelum menjalankan usecase login karena usecase login memiliki syarat aktor yang melakukan login harus sudah melakukan pendaftaran akun. Arah panah dependency mengarah pada usecase yang memiliki syarat.

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap